Content

Belajar Dari Penjual Sate Keliling

Sabtu, 02 Maret 2013

Malam ini setelah chatting via Facebook Massenger dengan sahabat saya yang bernama Agus Mulyadi selaku kontributor dari Seneng Media, lantas saya ijin untuk offline sejenak keluar rumah mencari lauk untuk makan malam keluarga. Target buruan pertama memang hanya tempe serta gorengan warung kampung yang sederhana. Namun karena target utama telah tiada alias tutup, segera saja saya ambil alternatif kedua untuk menyambangai salah satu warung sate Madura yang cita rasanya pas menurut lidah dan kantong saya yang beralamat di Jl. Sarwo Eddy Wibowo Magelang, tak jauh dari rumah saya. Dan setelah tiba di depan warung sate tersebut sang penjual yang bernama Cak Muhsin-pun berkata....."Wah udah habis mas" kata-katanya khas kental dengan logat Madura.

Perburuan pun berlanjut, sasaran selanjutnya adalah menu kucingan Pak Mudi yang variannya beraneka rupa, namun karena dijalan tak jauh dari warung kucingan tersebut terlihat penjual sate keliling, lantas sayapun memutuskan untuk menghentikan perburuan dengan membidik sate tersebut sebagai lauk makan malam bersama keluarga.

Dialogpun terjadi beberapa waktu sembari penjual menyajikan pesanan yang saya minta :

Saya : Orang madura asli mas ?

Penjual Sate : Bukan mas, saya orang Serang-Banten dan sudah sejak tahun 2004 tinggal di Magelang namun baru menikah di tahun 2010 silam.

Saya : Lha...saya juga punya saudara yang sekarang tinggal di serang-banten bersama keluarganya karena orang tuanya asli sana. Emang udah lama mas jualan beginian ?

Penjual : Ya...lumaya mas, tapi dulu saya ikut orang dan sekarang sudah jualan sendiri

Setelah itu perbincanganpun makin menarik dimana beliau si penjual sate berbagi kisahnya dan meminta masukan bagaimana supaya usaha yang dijalankannya dapat berkembang lebih baik, karena usahanya saat ini hasilnya pas-pasan. Dan setelah itu sayapun berbagi kisah serta pengalaman pribadi dan memberikannya masukan yang saya rasa mampu menjadi suplemen ampuh penggelora semangat, agar usahanya makin eksis, sukses dan berkembang. Tentunya tak hanya bekerja keras namun bekerja cerdas.

Pelajaran yang dapat di ambil :
  1. Seorang harus berani mengambil pilihan meski hal beresiko dan bukan bidangnya.
  2. Hijrah atau merantau merupakan salah satu cara untuk memompa semangat kemandirian serta kewirausahaan.
  3. Menjalin komunikasi dengan konsumen atau pelanggan merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan penjualan dan menarik konsumen setia.
  4. Semangat yang tinggi untuk mencapai kesuksesan usaha meski kondisi saat ini berada di titik limit usaha.
  5. Mau mencari solusi dan menerima masukan serta saran dari orang lain yang dirasa lebih berpengalaman.

Dipublikasikan juga di SenengMedia.Com

0 komentar:

Posting Komentar