Content

Bisa Usaha Tanpa Modal

Sabtu, 09 Maret 2013



Mau mulai usaha, tapi modal darimana ? lari ke perbankan, jelas bagi seorang muslim adalah sebuah dilema, dimana meski telah ada sistem syariah tetap saja tidak bisa bersih dari unsur riba. Mau bagi hasil alias mudharabah ? hal yang satu ini juga bukan persoalan mudah, apalagi masih mencari rekan atau patner usaha yang mau mempercayakan fulusnya di gunakan sebagai modal usaha. Lantas bagaimana ?

Seringkali ketika kita ingin memulai usaha kendala terbesar salah satunya adalah modal. Padahal jika kita mau berpikir cerdas, sebetulnya hal ini bukanlah permasalahan utama yang mengganjal, namun jenis usaha dan produk apa yang akan kita tawarkan merupakan adalah dua hal yang saya rasa lebih penting ketimbang modal.

Sebenarnya selama kita masih memiliki ide kreatif, antusiasme yang tinggi untuk bangkit dan sukses, tentunya sebuah konsep perencanaan usaha yang matang dapat kita telurkan. Dan dengan hal ini, kita dapat meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dengan kita dalam masalah permodalan, atau bisa juga kita menjadi reseller produk tertentu dari berbagai perusahaan atau distributor dan agen, dimana jelas usaha ini dapat dimulai tanpa mengelurakan modal sedikitpun.

Namun jika kita ingin tetap berusaha mendapatkan rekanan yang mau menjadi donatur usaha kita, maka mengasah kreatifitas dalam membuat konsep usaha lengkap dengan arus kas, bagi hasil usaha, detail produk dan perkiraan-perkiraan yang lain mengenai usaha yang akan di jalankan merupakan hal yang harus kita upayakan. Bahkan jika kita mampu membuat konsep usaha yang apik, detail, jelas dan meyakinkan, orang lain justru bakalan berdatangan sendiri tanpa kita harus menawarkanya kepada masing-masing personal. Apalagi jika kita telah mulai dan membuahkan hasil yang optimal.

Sebuah tips sederhana yang mungkin dapat di aplikasikan dalam menuangkan sebuah ide dalam berwira usaha :
  1. Bila suatu saat kita memiliki ide kreatif maka kajilah segera secara mendalam, perhitungkan kemungkinan-kemungkinan secara jelas dan detail tentang sisi untung-ruginya hingga hal terburuk yang mungkindapat terjadi, dan carilah alternatif cerdas mengatasinya.
  2. Jangan mudah optimis dan jangan pula ter lalu pesimis. Seringkali seorang yang mudah optimis suka mengabaikan kemungkinan paling buruk, sehingga sering menjanjikan kemungkinan yang muluk-muluk. Saran saya bersikap tengahlah dan rasional. Dan alangkah bijaknya jika kita telah melakukan study kelayakan atas usaha yang akan kita lakukan. Jadi kita dapat benar-benar meyakinkan pemodal.
  3. Berdoa. Hal yang satu ini adalah faktor penentu keberhasilan usaha yang seringkali terlupakan. Berdoalah saat kita memulai usaha, berdoalah saat kita mejalankan usaha, dan berdoalah saat kita dalam keadaan susah ataupun telah diberikan kesuksesan.
Nah, semoga yang secuil ini dapat bermanfaat dalam mewujudkan impian serta cita-cita kita dalam meraih sukses melalui usaha meski modal belum kita punya. Dan sekedar masukan saja, seperti apa yang telah saya coba, memaksimalkan peran produsen lokal, distributor ataupun agen sebagai relasi kita, kemudian kita berupaya untuk menjual serta menawarkan produk mereka merupakan awal yang lebih mudah, sederhana dan riil. Baru selanjutnya kita matangkan kosep usaha dan berwira usaha penuh dengan produk sendiri dan managemen merdeka yang kita punya. Selamat berwira usaha, semoga kita dapat meraih sukses bersama, Aamiin.

0 komentar:

Posting Komentar