Content

Napak Tilas Film Berwarna Di Indonesia

Sabtu, 09 Maret 2013

Pernahkah kita ingin mengetahui "mulai kapan film Indonesia mulai berwarna ?", kurang lebih tahun 1968 silam dua dari delapan film Indonesia sudah berwarna. dan di tahun setelahnya perbandingannya berbalik menjadi dua dari beberapa film yang ada masih hitam-putih. Namun mulai tahun 1970 dunia perfilman Indonesia sudah mengikuti stadars yang ada yaitu mejadi berwarna.

Jika kita tahu perkembangan itu pertama kali diawali oleh film "Sembilan" karya Wim Umboh pada tahun 1967. Dan dari seluruh proses produksinya di buat oleh orang-orang Indonesia asli, kecuali dalam proses laboratoriumnya masih di lakukan di Tokyo, Jepang.

Film bertajuk "Sembilan" yang di produksi Aries Film milik Wim dan Any Mambo, ibu dari aktris serta penyanyi grup Baby Dolls, Gaby Mambo, menghabiskan biaya yang Guede (sangat mahal) untuk saat itu. Ketika itu Djamaludin Malik sang pelopor film berwarna di Indonesia dengan meminjam keahlian juga teknologi dari Philipina sejak tahun 1952 sudah tidak aktif lagi berproduksi.

Dan film sembilan karya Wim Umboh kembali di putar di Bali Room Hotel, Jakarta pada akhir Agustus 1968, dimana salah satu pemainnya ang bernama Teguh Karya, memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan Teater Populer yang di bentuknya dan berikutnya mereka mangkal di tempat itu. Dalam penampilan perdananya tersebut 12 anggota Teater menyuguhkan gerak dramatik dengan durasi 20 menit yang di ilhami dari kisah dalam film Sembilan. Akan tetapi Teater ini menngunakan judul Tjahaja untuk Pahlawan.

Film Sembilan diputar di Bali Room Hotel, Jakarta, pada akhir Agustus 1968, dan salah satu pemainnya, Teguh Karya, menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan Teater Populer yang dibentuknya dan berikutnya mangkal di sana. Dalam penampilan perdananya itu, 12 anggota Teater Populer menampilkan “gerak dramatik” berdurasi 20 menit yang diilhami oleh kisah film Sembilan. Namun Teater Populer menggunakan judul Tjahaja untuk Pahlawan.

0 komentar:

Posting Komentar